• Kamis, 6 Oktober 2022

Bukan di Gorontalo, Ini Lokasi Pengembangan Jagung di Atas Lahan 141 Ribu Hektare

- Senin, 1 Agustus 2022 | 21:20 WIB
Bukan di Gorontalo, Ini Lokasi Pengembangan Jagung di Atas Lahan 141 Ribu Hektare. (tangkap layar/instagram @golkar.indonesia)
Bukan di Gorontalo, Ini Lokasi Pengembangan Jagung di Atas Lahan 141 Ribu Hektare. (tangkap layar/instagram @golkar.indonesia)


SANGALU
- Meski dikenal sebagai daerah sentra jagung, tetapi pemerintah pusat tak menempatkan Gorontalo sebagai salah satu daerah untuk pengembangan jagung di atas lahan 141 ribu hektare.

Adapun lokasi yang dipilih untuk pengembangan produksi jagung berada di Provinsi Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Maluku Utara, dan Kalimantan Utara.

“(Pemerintah) akan meningkatkan produksi jagung nasional di daerah yang dimintakan baru, yaitu Papua, Papua Barat, NTT, Maluku, Maluku Utara, dan Kalimantan Utara dengan total luas lahan 141 ribu hektare dan 86 ribu hektare merupakan lahan baru,” ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto usai mengikuti Ratas di Istana Merdeka, Jakarta pada Senin, 01 Agustus 2022.

Baca Juga: Inflasi Tahunan Luwuk Lebih Tinggi Dibandingkan Sulteng dan Nasional, Capai 7,01 Persen

Dengan harga jagung yang mencapai Rp5.000 per kilogram, Presiden Jokowi menekankan perlunya peningkatan produksi, termasuk dengan ekstensifikasi lahan yang ada.

Salah satu upaya yang dilakukan dalam ekstensifikasi adalah dengan mendorong bibit GMO (hasil rekayasa genetik) ataupun hibrida.

Airlangga Hartarto menyampaikan, pemerintah mendorong bibit unggul hibrida jagung yang bisa memproduksi antara 10,6 sampai 13,7 juta ton per hektare.

Baca Juga: Dari Pembukaan KKN MAs di Makassar, Jusuf Kalla Ingatkan Belajar Tentang Budaya Masyarakat

“Ada 14 varietas, antara lain; Pertiwi 3F1, Bisi, kemudian ada NK Perkasa, ada Singa, ada Bima, ada Dahsyat, ada P36, dan yang lain. Artinya, hibrida ini berbasis hibrida nasional dan nanti Pak Mentan akan melakukan perubahan terhadap regulasi terkait dengan GMO,” ujarnya.

Selain itu, Presiden Jokowi juga mendorong untuk pengembangan alat mesin pertanian (alsintan) yang dapat dilakukan dengan menggunakan kredit perbankan.

Halaman:

Editor: Alisan

Sumber: Setkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X