• Kamis, 6 Oktober 2022

Ketemu Presiden Yoon Suk Yeol, Jokowi Ungkap Korsel Sepakati Investasi Rp95,12 Triliun di IKN Nusantara

- Kamis, 28 Juli 2022 | 23:50 WIB
Presiden Jokowi dan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol (Setkab)
Presiden Jokowi dan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol (Setkab)

SANGALU - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Korea Selatan (Korsel), Yoon Suk Yeol di Kantor Kepresidenan Yongsan, Seoul, Kamis, 28 Juli 2022 sore.

Dari pertemuan itu, Presiden Jokowi mengatakan Korea Selatan sepakat untuk mendukung pembangunan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara melalui kerja sama investasi.

"Kita juga telah memulai kerja sama dalam pengembangan IKN Nusantara, antara lain kerja sama dalam pembangunan penyediaan sistem air minum dan 'capacity building' dalam pembangunan smart city," kata Presiden Jokowi dalam konferensi pers secara virtual, Kamis.

Baca Juga: Ramalan Bintang Zodiak Hari Ini, Jumat 29 Juli 2022 : Gemini Sulit Menabung, Taurus Terlilit Hutang

Presiden Jokowi menjelaskan bentuk dukungan Korsel dalam pembangunan IKN itu dilakukan melalui beberapa kerja sama, yakni investasi antara PT Krakatau Steel Tbk dengan Posco Korea, pembangunan instalasi pengolahan limbah cair untuk IKN Nusantara, hibah pembangunan instalasi pemurnian air, dan pembangunan smart village.

Presiden Jokowi menyebutkan nilai investasi yang disepakati dengan Korea Selatan mencapai 6,37 miliar dolar AS atau setara Rp 95,12 triliun.

"Nilai investasinya keseluruhan mencapai 6,37 miliar dolar AS dan akan menyerap lebih dari 58 ribu tenaga kerja," kata Presiden Jokowi sebagaimana dikutip dari Pikiran Rakyat pada artikel berjudul 'Jokowi Bertemu Presiden Yoon Suk Yeol, Indonesia-Korsel Sepakati Investasi Rp95,12 Triliun di IKN Nusantara'.

Baca Juga: Susah Tidur? Coba 7 Kebiasaan Ini Agar Cepat Terlelap

Adapun kerja sama antara Krakatau Steel dengan Posco menyepakati investasi perluasan kapasitas produksi baja otomotif untuk kendaraan listrik, dan partisipasi Posco dalam pembangunan IKN Nusantara, dengan nilai diperkirakan 3,5 miliar dolar AS atau setara Rp52 triliun.

Halaman:

Editor: Stepensopyan Pontoh

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X