• Kamis, 6 Oktober 2022

Tiba di Indonesia, Kesehatan Jemaah Haji Dipantau Selama 14 Hari dan Harus Lewati Skrining

- Jumat, 15 Juli 2022 | 18:39 WIB
Bupati Banggai Amirudin saat melepas calon jemaah haji dari Kabupaten Banggai di Masjid Agung An-nur Luwuk pada Kamis, 23 Juni 2022. Saat tiba di Indonesia, para jemaah haji harus melewati proses skrining terlebih dahulu. (SANGALU/ALISAN)
Bupati Banggai Amirudin saat melepas calon jemaah haji dari Kabupaten Banggai di Masjid Agung An-nur Luwuk pada Kamis, 23 Juni 2022. Saat tiba di Indonesia, para jemaah haji harus melewati proses skrining terlebih dahulu. (SANGALU/ALISAN)


SANGALU
- Setelah melaksanakan rangkaian ibadah di Tanah Suci, para jemaah haji dijadwalkan akan kembali ke Indonesia hingga pertengahan Agustus 2022.

Karena itu, pemerintah telah menyiapkan sistem skrining kesehatan berlapis bagi jemaah haji sebagai langkah untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

“Skrining yang dimaksud adalah pengecekan suhu tubuh melalui thermal scanner dan thermal gun, pengecekan tanda dan gejala serta melakukan observasi terhadap jemaah haji di Asrama Haji Debarkasi,” tutur Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro, Jumat, 15 Juli 2022.

Baca Juga: LPM Berganti Nama, Rektor Harap Ada Peningkatan Mutu SDM UMLB

Lebih lanjut, Reisa menjelaskan bahwa apabila ditemukan jemaah dengan gejala demam atau menunjukkan potensi penyakit menular, maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan tes Antigen.

“Jika hasilnya positif, akan dirujuk ke fasilitas isolasi terpusat untuk kasus tanpa gejala atau gejala ringan. Sementara yang bergejala sedang atau berat akan dirujuk ke rumah sakit rujukan Covid-19,” lanjut Reisa.

Di sisi lain, bagi jemaah yang dinyatakan sehat saat kedatangan dan observasi, maka dapat kembali ke rumah dengan imbauan untuk terus memantau kondisi kesehatannya selama 14 hari.

Baca Juga: 14 Mahasiswa UMLB Lolos Program PMM, Rektor: Ini Untuk Penguatan Akademik  

Lebih lanjut, Reisa menuturkan bahwa langkah antisipasi lain yang dilakukan yakni Kementerian Kesehatan telah menginstruksikan seluruh rumah sakit untuk menyiapkan 10 hingga 30 persen kapasitas tempat tidur.

“Lalu juga menyiapkan sejumlah tempat isolasi mandiri terpusat, begitu pun penyiapan alkes (alat kesehatan), SDM, obat-obatan, dan APD,” jelas Reisa.

Halaman:

Editor: Alisan

Sumber: Setkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X