• Kamis, 6 Oktober 2022

Respons Kasus Dugaan Pencabulan, Kemenag Cabut Izin Pesantren Shiddiqiyyah di Jombang

- Kamis, 7 Juli 2022 | 18:56 WIB
Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono. (Kemenag )
Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono. (Kemenag )

SANGALU - Kementerian Agama (Kemenag) mencabut izin operasional Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah di Jombang, Jawa Timur. 

Tindakan pencabutan izin itu berkaitan dengan kasus dugaan pencabulan yang dilakukan kepada salah seorang santriwati Pesantren Shiddiqiyyah

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag, Waryono, mengungkapkan jika nomor statistik dan tanda daftar Pesantren Shiddiqiyyah telah dibekukan. 

Baca Juga: Komisi I DPRD Banggai Datangi BPN Sulteng, Konsultasi Soal HGU Perusahaan Sawit

"Sebagai regulator, Kemenag memiliki kuasa administratif untuk membatasi ruang gerak lembaga yang di dalamnya diduga melakukan pelanggaran hukum berat,” tegas Waryono pada Kamis, 7 Juli 2022.

Tindakan tegas ini diambil karena salah satu pemimpinnya yang berinisial MSAT merupakan DPO kepolisian dalam kasus dugaan pencabulan dan perundungan terhadap santri. 

Menurut Kemenag, pihak Pesantren Shiddiqiyyah juga menghalang-halangi proses hukum terhadap yang bersangkutan.

Baca Juga: Rumah Tangga Nathalie Holscher dan Sule Diambang Perceraian, Jadwal Sidang Sudah Ditetapkan

Waryono mengatakan, pencabulan bukan hanya tindakan kriminal yang melanggar hukum, tetapi juga perilaku yang dilarang ajaran agama. 

Halaman:

Editor: Alisan

Sumber: Kemenag

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X