• Kamis, 19 Mei 2022

Soal Penyakit Mulut dan Kuku yang Jangkiti Sapi, Mentan Sebut Tak Menular ke Manusia

- Selasa, 10 Mei 2022 | 21:32 WIB
Soal Penyakit Mulut dan Kuku yang Jangkiti Sapi, Mentan Sebut Tak Menular ke Manusia. (Kementan)
Soal Penyakit Mulut dan Kuku yang Jangkiti Sapi, Mentan Sebut Tak Menular ke Manusia. (Kementan)


SANGALU
- Sejumlah daerah mengonfirmasi bahwa penyakit mulut dan kuku atau PMK telah menyerang sapi. Setelah Jatim, kini giliran di Aceh Tamiang.

Bahwa kasus kemunculan PMK di Aceh Tamiang membuat 13 ekor sapi mati mengenaskan. Hal ini membuat Kementerian Pertanian angkat bicara soal potensi menular.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan PMK tidak akan menular kepada manusia, sehingga ia meminta masyarakatjangan khawatir dan panik berlebihan dengan kemunculan wabah penyakit mulut dan kuku pada sapi.

Baca Juga: Hujan, 4 Rumah di Luwuk Utara Terdampak Longsor

“Kita harus maksimal melakukan sosialisasi kepada masyarakat, bahwa penyakit ini tidak menular pada manusia, dan pernyataan ini diperkuat oleh Menkes (Menteri Kesehatan) saat ratas (rapat terbatas) bersama Presiden tadi dan ini menjadi hal yang sangat penting," kata Mentan di Jakarta pada Selasa, 10 Mei 2022.

Untuk mencegah penyakit ini terus menyebar, Mentan mengatakan pihaknya tengah menyiapkan strategi untuk memberantasnya dengan menugaskan tim untuk mengecek kondisi di lapangan.

Saat ini, kata dia, Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) di Surabaya tengah menguji tingkat dan jenis serotype PMK yang teridentifikai di sejumlah daerah di Jatim.

Baca Juga: Setelah Mewabah di Jatim, Penyakit Mulut dan Kuku Dilaporkan Jangkiti Ribuan Ekor Sapi di Aceh

PMK ini masih dalam penelitian lab veteriner kita di Surabaya secara maksimal, sehingga kita bisa identifikasi ini pada level berapa, jenisnya seperti apa, kita harap hari ini atau besok akan keluar hasilnya," katanya dikutip dari artikel Pikiran-Rakyat.com dengan judul 'Mentan: Wabah PMK pada Hewan Ternak Tidak Akan Menular kepada Manusia' pada Selasa, 10 Mei 2022.

Hasil laboratorium tersebut, dikatakan Syahrul akan memudahkan langkah pemerintah untuk menentukan vaksin yang tepat.

Halaman:

Editor: Alisan

Sumber: Pikiran-Rakyat.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X