• Selasa, 25 Januari 2022

Jaksa Agung Perintahkan Jajaran untuk Berantas Mafia Pelabuhan dan Bandar Udara

- Senin, 29 November 2021 | 15:49 WIB
Jaksa Agung Burhanuddin saat memberikan pengarahan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan beserta pejabat utama Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, dan kepada para Kepala Kejaksaan Negeri se Sumatera Selatan beserta jajarannya, pada hari Kamis tanggal 25 November 2021 yang lalu bertempat di Aula Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan. (Dokumen Puspenkum  Kejagung RI) (puspenkum Kejagung)
Jaksa Agung Burhanuddin saat memberikan pengarahan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan beserta pejabat utama Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, dan kepada para Kepala Kejaksaan Negeri se Sumatera Selatan beserta jajarannya, pada hari Kamis tanggal 25 November 2021 yang lalu bertempat di Aula Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan. (Dokumen Puspenkum Kejagung RI) (puspenkum Kejagung)

SANGALU - Jaksa Agung RI Burhanuddin memerintahkan seluruh jajarannya untuk memberantas praktek mafia di pelabuhan dan bandar udara di seluruh Indonesia.

Perintah itu berdasarkan surat edaran Nomor 17 Tahun 2021 tentang pemberantasan mafia pelabuhan dan bandar udara.

Jaksa Agung RI meminta seluruh jajaran ikut aktif dan tegas terlibat di dalamnya.

Baca Juga: Sopir Rental Gantung Diri di Kota Luwuk, Ini Kata Polisi soal Motifnya

Dalam surat edaran Jaksa Agung RI, dikatakan bahwa maraknya praktik mafia pelabuhan dan bandar udara telah sangat meresahkan dan berpotensi menghambat investasi dan lalu lintas perdagangan.

Baik dalam negeri maupun luar negeri melalui ekspor dan impor yang berimplikasi terhadap perkembangan perekonomian dan pembangunan Nasional 

Latar belakang surat edaran Jaksa Agung RI ini juga dikatakan bahwa dalam praktik mafia pelabuhan dan bandar udara juga dapat berindikasi tindak pidana korupsi, tindak pidana di bidang perpajakan, cukai, dan kepabeanan dan/atau tindak pidana umum.

Baca Juga: Sopir Rental Tewas Gantung Diri di KM 1 Bungin, Kota Luwuk

Dan dapat dilakukan terorganisasi, transnasional, dan/atau dikualifikasikan sebagai kejahatan korporasi.

Halaman:

Editor: Hapsak Jaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X