• Selasa, 30 November 2021

Alih-alih Tenangkan Buruh, Kepala Dinas Ini Justru Ikut Demo Tuntut Kenaikan Upah Minimum

- Selasa, 23 November 2021 | 19:22 WIB
Sejumlah buruh melakukan aksi di depan Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Selasa 23 November 2021. Dalam aksinya, buruh menuntut Wali Kota Bandung Oded M Danial untuk membuat surat rekomendasi yang ditujukan kepada pemerintah pusat tentang kenaikan upah. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Sejumlah buruh melakukan aksi di depan Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Selasa 23 November 2021. Dalam aksinya, buruh menuntut Wali Kota Bandung Oded M Danial untuk membuat surat rekomendasi yang ditujukan kepada pemerintah pusat tentang kenaikan upah. (Ayobandung.com/Kavin Faza)


SANGALU
- Alih-ali tenangkan buruh, Kepala Dinas ini justru ikut demo untuk menyuarakan protes Upah Minimum Kabupaten/Kota.

Ia adalah Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung Arief Syaifudin. Arief konvoi bersama para buruh untuk menuntut kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Bandung tahun 2022.

Arief rupanya sepakat dengan para buruh terkait kenaikan UMK. Bahkan, ia menilai tuntutan para buruh positif.

Baca Juga: Hanya Istirahat Satu Hari Langsung Melawan Jepang, Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon Protes BWF

"Ikut dong, kita bersemangat dalam hal yang positif, kan mereka positif, mereka positif, harapannya ya kita naik," kata Arief, Gerbang Balai Kota Bandung, Selasa 23 November 2021

Dalam aksi tersebut, serikat buruh mendesak adanya kenaikan UMK Bandung sebesar 10 persen.

Menanggapi hal itu, Arief menuturkan pihaknya akan menampung aspirasi buruh dan menyampaikannya pada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga: Waspada Ikut Challenge di Instagram, Pegiat Media Sosial Ingatkan Soal Penyebaran Data Pribadi

"Mereka ingin 10 persen kenaikan UMK itu, kalau saya senang-senang aja, artinya perekonomian Kota Bandung bagus, kalau misalnya UMK di bawah artinya perekonomian tidak bagus," sebagaimana dikutip dari artikel Pikiran-Rakyat.com dengan judul 'Kompak, Kepala Disnaker Ikut Demo Suarakan Aspirasi Buruh Soal UMK Bandung 2022' pada Selasa, 23 November 2021.

"Tapi yang menetapkan provinsi, kita hanya mengajukan rekomendasi saja, belum diajukan, kan masih proses, kemungkinan hari rabu sore," imbuhnya.

Kendati Arief belum bisa menjanjikan kenaikan upah sesuai yang diharapkan, namun dirinya optimis UMK 2022 pasti bertambah.

Baca Juga: Jumlah Subscriber Mencapai 28,4 Juta, Ria Ricis Kalahkan Atta Halilintar

"Ada kenaikan, pasti naik, Kalau tahun kemarin naiknya kan 3,27 persen. Di tahun 2020 UMK Bandung itu Rp. 3.623.378,91 nah kemudian naik 3,27 persen di tahun 2021 menjadi, Rp 3.742.276,48 dan UMK ini yang sekarang berjalan," ucapnya. *** (Tim PRMN 02/Pikiran-Rakyat.com)

Editor: Alisan

Sumber: Pikiran-Rakyat.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Di Pekanbaru, Erick Thohir Request Pagi Pulang Pagi

Minggu, 28 November 2021 | 17:18 WIB
X