• Minggu, 28 November 2021

Perkembangan Gempa Ambarawa-Salatiga: Tak Sampai 24 Jam Puluhan Kali Guncangan

- Minggu, 24 Oktober 2021 | 18:24 WIB
Ilustrasi-Seismograf mencatat getaran akibat gempa bumi. ( ANTARA/Shutterstock)
Ilustrasi-Seismograf mencatat getaran akibat gempa bumi. ( ANTARA/Shutterstock)


SANGALU
- Sejak 23 Oktober 2021 gempa terus mengguncang Ambarawa-Salatiga, meski dengan magnitudo kecil.

Sampai 24 Oktober 2021 pagi telah terjadi puluhan kali gempa di wilayah Ambarawa-Salatiga. Jika dihitung, tak sampai 24 jam.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menerangkan berdasarkan hasil monitoring BMKG, tercatat mulai Sabtu 23 Oktober 2021 pukul 00.00 WIB sampai Minggu 24 Oktober 2021 pukul 10.00 WIB telah terjadi sebanyak 32 gempa.

Baca Juga: Ambarawa - Salatiga Diguncang Gempa, Waspada Gunung Api Belum Pernah Meletus di Semarang

“Seluruh gempa yang terjadi memiliki magnitudo kecil, bahkan tidak ada yang melebihi magnitudo 3,5,” kata dia, seperti dikutip dari unggahan @daryonobmkg pada 24 Oktober 2021.

“Gempa paling banyak terjadi memiliki magnitudo kurang dari 3,0 dengan magnitudo terkecil yang dapat dianalisis adalah gempa dengan magnitudo 2,1,” tuturnya.

Selain itu, dia juga menerangkan bahwa, puluhan gempa yang telah terjadi merupakan gempa yang sangat dangkal.

Baca Juga: Wik Wik di Kebun Jagung Bareng ABG 16 Tahun, Pemuda di Banggai Ditangkap saat si Gadis Hamil 5 Bulan

“Seluruh gempa yang terjadi merupakan gempa sangat dangkal dengan kedalaman kurang dari 30 kilometer,” kata dia sebagaimana dikutip dari artikel Pikiran-Rakyat.com berjudul 'Gempa Guncang Ambarawa-Salatiga Sejak Kemarin, BMKG Ungkap Perkembangannya' pada Minggu, 24 Oktober 2021.

“Gempa paling banyak terjadi berada pada kedalaman kurang dari 10 km di mana gempa terdangkal berada pada kedalaman 3 kilometer yang terjadi sebanyak 3 kali,” tuturnya menambahkan.

Selain itu, dia menyampaikan bahwa fenomena yang terjadi menurutnya dikategorikan sebagai gempa swarm.

Baca Juga: Peristiwa Sejarah Dunia pada 28 September : Gempa 7,4 SR, Likuifaksi , dan Tsunami Landa Kota Palu

Gempa swarm menurutnya memiliki ciri, yakni aktivitas gempa bermagnitudo kecil dengan frekuensi kejadian yang sangat tinggi dalam waktu yang relatif lama tanpa ada gempa kuat.

Halaman:

Editor: Alisan

Sumber: Pikiran-Rakyat.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X