• Senin, 18 Oktober 2021

Tagar PercumaLaporPolisi dan Viral, Tembang Lawas yang Bertahan di Playlist Polri

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 21:14 WIB
Polisi Lalu Lintas mengikuti gelar pasukan Operasi Patuh Candi 2021 di Polrestabes Semarang, Jawa Tengah, Senin 20 September 2021. (Antara/Aji Styawan)
Polisi Lalu Lintas mengikuti gelar pasukan Operasi Patuh Candi 2021 di Polrestabes Semarang, Jawa Tengah, Senin 20 September 2021. (Antara/Aji Styawan)

SANGALU - Belum lama ini, ribuan massa menyuarakan sikap dengan tagar PercumaLaporPolisi atas kekecewaan terhadap Korps Bhayangkara dalam penyelesaian kasus pemerkosaan anak.

Meski tak melakukan unjuk rasa secara langsung ke Mabes Polri, tapi suara-suara sumbang itu muncul di tranding Twitter. Mereka memadati platform tersebut dan meneriakkan tagar  PercumaLaporPolisi atas kekecewaan dalam penyelesaian kasus pemerkosaan anak.

Sinisme terhadap Korps Bhayangkara dipicu dugaan pemerkosaan anak di Luwu Timur, Sulawesi Selatan yang penyelidikannya dihentikan polisi. Protes itu berbuah tagar  PercumaLaporPolisi.

Diketahui, kasus dugaan pemerkosaan anak itu pertama kali diangkat ke area publik oleh Project Multatuli dalam artikel berjudul 'Tiga Anak Saya Diperkosa, Saya Lapor ke Polisi. Polisi Menghentikan Penyelidikan' dari serial tagar PercumaLaporPolisi.

Baca Juga: Ramai Hastag PercumaLaporPolisi, Ini Klarifikasi Polri atas Penanganan Kasus Dugaan Pemerkosaan di Luwu Timur

Warganet marah. Mereka beramai-ramai meragukan kerja-kerja kepolisian karena munculnya kasus pemerkosaan anak yang dihentikan itu. Korps Bhayangkara dianggap masih jauh dari slogannya sebagai lembaga pengayom masyarakat.

Munculnya tagar PercumaLaporPolisi dalam sekejap ramai dituliskan. Seolah mendapat kesempatan bersuara, banyak warganet yang menceritakan pengalaman tidak menyenangkannya saat berurusan dengan polisi.

Beberapa di antaranya bahkan terang-terangan enggan lapor polisi saat jadi korban tindak pidana, termasuk aksi kriminalitas jalanan.

Sentimen negatif kepada polisi bukan kali ini saja terjadi. Kerja mereka yang seakan kadung jauh dari profesional membuat sentimen negatif publik menguat.

Halaman:

Editor: Stepensopyan Pontoh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

2.983 Proposal Masuk, Litapdimas Tahap Pertama Ditutup

Minggu, 17 Oktober 2021 | 10:59 WIB

Indonesia Capai Vaksinasi 50,64 Persen

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 06:50 WIB
X