• Sabtu, 18 September 2021

DSLNG Kembali Terima Penghargaan atas Upaya Konservasi Burung Maleo di Banggai

- Rabu, 15 September 2021 | 19:33 WIB
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Ir. Wiratno, M.Sc menyerahkan penghargaan kepada CSR Programme Officer Popy Waytipo atas peran serta PT Donggi-Senoro LNG dalam upaya pelestarian eksitu dan insitu burung maleo (Macrocephalon maleo), burung endemik Sulawesi yang terancam punah di Palu, Sulawesi Tengah, pada Rabu 15 September 2021. (SANGALU/ HO- DSLNG)
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Ir. Wiratno, M.Sc menyerahkan penghargaan kepada CSR Programme Officer Popy Waytipo atas peran serta PT Donggi-Senoro LNG dalam upaya pelestarian eksitu dan insitu burung maleo (Macrocephalon maleo), burung endemik Sulawesi yang terancam punah di Palu, Sulawesi Tengah, pada Rabu 15 September 2021. (SANGALU/ HO- DSLNG)

SANGALU - PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) kembali mendapatkan penghargaan atas peran serta dalam upaya pelestarian eksitu dan insitu burung maleo pada Rabu, 15 September 2021.

Pemberian penghargaan atas pelestarian burung endemik Sulawesi yang terancam punah itu diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK, Ir. Wiratno, M.Sc dan diterima oleh CSR Programme Officer, Popy Waytipo, mewakili manajemen DSLNG di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Baca Juga: DSLNG Kembali Bantu Alat Kesehatan untuk Puskesmas di Batui, Kintom, dan Nambo

Selama ini upaya konservasi maleo di luar habitatnya (eksitu) oleh perusahaan pengelola gas alam cair ini, dipusatkan di Maleo Conservation Center DSLNG yang berlokasi di area Kilang DSLNG di Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Dari penangkaran ini, DSLNG telah melepasliarkan ratusan anakan maleo di habitatnya yakni Suaka Margasatwa Bakiriang.

Anakan maleo ini berasal dari telur-telur sitaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah yang kemudian ditetaskan di inkubator dan dibesarkan di kandang-kandang pemeliharaan Maleo Center DSLNG.

Baca Juga: Pasien Meninggal Dunia Terus Bertambah, Berikut Penjelasan Kadinkes Banggai

DSLNG bahkan menjadi yang pertama dalam sejarah berhasil menetaskan burung maleo generasi Fillial 1 dari perkawinan burung maleo hasil penangkaran eksitu-nya pada 2019 lalu.

Halaman:

Editor: Stepensopyan Pontoh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sandiaga Uno: Jogo Santri, Jogo Kyai

Sabtu, 18 September 2021 | 09:38 WIB
X