• Sabtu, 18 September 2021

Potensi Tsunami di Pacitan 28 meter, Warga hanya Punya Waktu Evakuasi 29 Menit

- Senin, 13 September 2021 | 15:49 WIB
BMKG: Pantai Pacitan Memiliki Potensi Tsunami 28 meter dengan Estimasi Waktu Tiba Sekitar 29 Menit. (Pixabay)
BMKG: Pantai Pacitan Memiliki Potensi Tsunami 28 meter dengan Estimasi Waktu Tiba Sekitar 29 Menit. (Pixabay)


SANGALU
- Pesisir Selatan Jawa menyimpan potensi gempa bumi dan tsunami akibat pergerakan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia.

BMKG telah mewanti-wanti hal ini kepada instansi terkait termasuk pemerintah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Sebab, potensi tsunami di Pacitan setinggi 28 meter, sementara warga hanya punya waktu evakuasi sekitar 29 menit.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengingatkan diperkirakan skenario terburuk berupa gempa bumi dan tsunami, peringatan ini demi menghindari dan mengurangi risiko.

Baca Juga: Cek Situs info.gtk.kemendikbud.go.id untuk Ketahui Jadwal Cair BSU Guru Honorer

Diharapkan jalur-jalur evakuasi tersebut dapat dilengkapi dengan rambu-rambu di zona merah menuju zona hijau.

Dilansir PikiranRakyat-Bogor.com dalam berita berjudul 'Pantai Pacitan Miliki Potensi Gempa Bumi dan Tsunami, Kepala BMKG: Masyarakat dan Pemerintah Harus Bersiap' pada Senin, 13 September 2021, disebutkan peringatan tersebut disampaikan saat simulasi gempa bumi dan tsunami yang digelar pada Sabtu, 11 September 2021.

“Berdasarkan hasil penelitian, di Pantai Pacitan memiliki potensi tsunami setinggi 28 meter dengan estimasi waktu tiba sekitar 29 menit. Adapun tinggi genangan di darat berkisar sekitar 15-16 meter dengan potensi jarak genangan mencapai 4-6 kilometer dari bibir pantai,” kata Dwikorita menjelaskan.

Baca Juga: Kode Redeem Free Fire FF 13 September 2021, Klaim Skin SKS dan Vector FFWS dari Garena

Simulasi gempa bumi dan tsunami tersebut digelar bersama Kementerian Sosial di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Dalam simulasi juga dilakukan verifikasi zona bahaya dan menyusuri jalur evakuasi bencana.

Kegiatan itu dilaksanakan oleh Kepala BMKG bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji.

Kepala BMKG menegaskan, tidak ada teknologi atau satu pun negara di dunia yang bisa memprediksi kapan terjadinya gempa dan tsunami secara tepat dan akurat hingga saat ini.

Baca Juga: Sekolah di Kabupaten Banggai Diizinkan Laksanakan Belajar Tatap Muka, Simak Aturan Lengkapnya

Memprediksi kapan terjadinya gempa dan tsunami lengkap dengan perkiraan tanggal, jam, lokasi, dan magnitudo gempa masih sebatas kajian.

Adapun kajian yang dilakukan salah satunya berdasarkan sejarah gempa yang pernah terjadi di wilayah tersebut.

Halaman:

Editor: Alisan

Sumber: bogor.pikiran-rakyat.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sandiaga Uno: Jogo Santri, Jogo Kyai

Sabtu, 18 September 2021 | 09:38 WIB
X