• Kamis, 19 Mei 2022

Menteri ESDM Sebut Gas Komoditas Penting untuk Mendukung Proses Tansisi Energi

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 21:34 WIB
Menteri ESDM Sebut Gas Komoditas Penting untuk Mendukung Proses Transisi Energi. (Kementerian ESDM)
Menteri ESDM Sebut Gas Komoditas Penting untuk Mendukung Proses Transisi Energi. (Kementerian ESDM)


SANGALU
- Masa depan industri gas masih cerah di masa depan, karena gas dianggap lebih ramah lingkungan terutama untuk pembangkit listrik.

Pada masa transisi energi, gas bisa menjadi alternatif sebelum energi bersih terbarukan benar-benar hadir di seluruh Indonesia.

"Kita harapkan dalam masa transisi ini, atau sebelum pembangkit energi bersih terbarukan masuk, bisa diisi dulu dengan memanfaatkan gas. Emisi yang dikeluarkan dari PLTGU ini lebih rendah jika dibandingkan dengan yang memakai batubara kurang lebih setengahnya," ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif.

Baca Juga: Bertanding di Final Thomas Cup 2022 Besok, Ini Persiapan Tim Pelatih Menjelang Indonesia vs India

Hal itu disampaikan Menteri ESDM seusai meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Riau berkapasitas 275 megawatt (MW) di Kawasan Industri Tenayan, Pekanbaru, Riau, pada Kamis, 12 Mei 2022.

Arifin Tasrif menyatakan, untuk meningkatkan kapasitas listrik nasional dapat diisi dengan pembangkit listrik berbasis gas yang lebih ramah lingkungan sebelum pembangkit listrik energi terbarukan masuk dalam sistem kelistrikan nasional.

Membangun pembangkit yang ramah lingkungan merupakan wujud komitmen Indonesia terhadap energi bersih kepada dunia internasional dengan target Net Zerro Emmison pada tahun 2060.

Baca Juga: Musancab PDIP Pulau Taliabu, Muhammad Jainal Ashar: Kader Harus Solid Bergerak Menuju 2024

"Indonesia akan berupaya mencapai target Net Zerro Emission ditahun 2060, yang artinya akan ada 1,5 Giga Ton CO2 yang harus kita lenyapkan dengan berbagai macam cara, salah satunya dengan pemanfaatan energi baru terbarukan yang kita ketahui semua. Kita memiliki sumber energi baru terbarukan yang bersih cukup besar dengan potensi yang mencapai ribuan gigawatt dan kita baru memanfaatkannya sedikit saat ini," jelas Arifin.

Selain potensi energi terbarukan yang besar, Indonesia juga saat ini masih memiliki gas yang potensinya cukup besar yang perlu diupayakan pemanfaatannya sebagai transisi energi dari fosil ke energi terbarukkan.

"Gas ini komoditas yang penting terutama untuk mendukung proses transisi energi, dari energi fosil berat ke menuju medium kemudian ke zero," ujar Arifin sebagaimana dikutip dari laman Kementerian ESDM.

Halaman:

Editor: Alisan

Sumber: Kementerian ESDM

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X