• Senin, 25 Oktober 2021

Soal DOB Sultim, Mendagri: Menyelamatkan Manusia Lebih Penting Dibanding Mekarkan Daerah

- Sabtu, 25 September 2021 | 14:05 WIB
Luwuk, Kabupaten Banggai, yang direncanakan sebagai ibukota Provinsi Sultim.  Soal DOB Sultim, Mendagri: Menyelamatkan Manusia Lebih Penting Dibanding Mekarkan Daerah (SANGALU/Alisan)
Luwuk, Kabupaten Banggai, yang direncanakan sebagai ibukota Provinsi Sultim. Soal DOB Sultim, Mendagri: Menyelamatkan Manusia Lebih Penting Dibanding Mekarkan Daerah (SANGALU/Alisan)


SANGALU
– Pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) makin sulit terealisasi lantaran pandemi Covid-19 yang melanda sejak tahun 2020.

Termasuk calon DOB Sulawesi Timur (Sultim) yang sejak lama didambakan masyarakat Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah dan sekitarnya.

“Pengembangan wilayah itu sangat tergantung kemampuan keuangan negara,” jelas Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di sela kunjungannya ke Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah pada Sabtu, 25 September 2021.

Baca Juga: Batal Dinikahi Richard Kyle, Jessica Iskandar Dilamar Kekasih Barunya

Tito Karnavian menerangkan, pembentukan DOB membutuhkan biaya untuk membangun infrastuktur seperti kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan perekrutan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Macam-macam, belum gaji-gajinya. Itu semua sangat tergantung pada kapasitas fiskal negara,” katanya.

Sebelum pandemi Covid-19, kata Tito Karnavian, pihaknya telah menyiapkan skenario untuk untuk pemekaran DOB di 317 wilayah, baik provinsi, kabupaten maupun kota bersama Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah.

Baca Juga: Ada Kode Redeem FF 25 September 2021 yang Belum Digunakan, Klaim Emote, Elite Pass, hingga Diamond Gratis

“Itu bentuk skenario untuk pemekaran dengan skala prioritas, saya  tidak sebutkan. Banyak pertimbangan, dewan itu yang menentukan. Tapi begitu pandemi, pendapatan berkurang belanja naik,” kata  Mendagri.

Akibatnya  rencana pemekaran otonomi daerah belum direalisasikan karena pendapatan negara yang berkurang, sementara  belanja untuk penanganan Covid-19 mengalami peningkatan.

“Jaring pengaman sosial, penanganan kesehatan, lain-lain itu semua di luar ekspektasi. Krisis ini mengubah semua skenario. Jadi otomatis menyelamatkan manusia lebih penting dibanding mekarkan daerah,” terang Mendagri.

Baca Juga: Foto 4 DPO Teroris Poso yang Tersisa, Disebar Satgas Madago Raya

Ia berharap ekonomi cepat pulih  dan APBN meningkat, sehingga skenario pemekaran otonomi daerah bisa dimulai kembali dengan skala prioritas.

Halaman:

Editor: Alisan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X