• Senin, 27 September 2021

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Diizinkan, Simak Surat Edaran Bupati Banggai

- Rabu, 15 September 2021 | 12:33 WIB
Pembelajaran Tatap Muka Diizinkan, Simak Surat Edaran Bupati Banggai. (SANGALU/Alisan)
Pembelajaran Tatap Muka Diizinkan, Simak Surat Edaran Bupati Banggai. (SANGALU/Alisan)

SANGALU - Sekolah di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah telah diizinkan melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas.

Namun, sekolah harus mengacu pada syarat dan ketentuan sebagaimana yang tercantum dalam Surat Edaran Bupati Banggai Amirudin Nomor: 420/1850/Disdik, mulai dari waktu pembelajaran hingga vaksinasi. 

Perubahan metode pembelajaran dari daring ke luring ini, dilaksanakan setelah Kabupaten Banggai berstatus PPKM level 3.

Baca Juga: Ini Solusi dari Nadiem Makarim untuk Guru Honorer Berusia di Atas 35 Tahun

Berikut sejumlah poin yang menjadi syarat pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas sesuai Surat Edaran Bupati Banggai:

-  Pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas tetap menerapkan protokol kesehatan ketat dan pembelajaran jarak jauh.

- Sekolah dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas jika telah mengisi daftar periksa pada laman Dapodik dan EMIS sudah diverifikasi oleh Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai.

-  Setiap guru dan tenaga kependidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka  terbatas dipastikan telah divaksin Covid-19 tahap 1 dan 2.

- Bagi guru dan tenaga kependidikan yang belum divaksin Covid-19 tidak akan melaksanakan proses pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah maupun dilakukan secara daring atau online dari rumah. 

- Harus memiliki surat pernyataan orangtua murid yang mengizinkan anaknya melakukan PTM di sekolah.

-  Bila orangtua murid tidak mengizinkan, maka sekolah wajib menyediakan layanan pembelajaran secara daring atau online atau pembelajaran sejenis.

Baca Juga: Simak Syarat Daftar dan Prediksi Pengumuman Kartu Prakerja Gelombang 20

Secara teknis, dalam Surat Edaran Bupati Banggai itu juga diatur waktu dan durasi pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah, di antaranya:

- 3 x 30 menit perhari untuk PAUD/RA tanpa istirahat

- 3 x 35 menit perhari untuk SD/MI/Paket A tanpa istirahat, dan 3 x 40 menit perhari untuk SMP/MTs/Paket B dan Paket C tanpa istirahat.

Selain itu, jumlah peserta didik yang ada dalam kelas saat pembelajaran untuk jenjang PAUD/RA maksimal 5 peserta didik, dan jenjang SD/MI Paket A, SMP/Mts, Paket B, Paket C maksimal 16 peserta didik.

Baca Juga: Bioskop Dibuka Mulai Kamis, Pemprov DKI Jakarta Masih Menunggu Surat Edaran Kemenparekraf

Kemudiann jarak tempat duduk antara siswa dan kelas diatur dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter. 

Apabila ada warga sekolah yang terpapar Covid-19 serta dalam kondisi tidak aman atau tingkat level berdasarkan keputusan Satuan Tugas Kabupaten Banggai, maka sekolah wajib untuk ditutup.

Segala pembiayaan yang timbul dalam pelaksanaan PTM Terbatas di satuan pendidikan bersumber dari APBD, dana BOS, dana BOP atau sumber pendanaan lainnya yang bersifat tidak mengikat.  ***

Editor: Alisan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

APBMI Banggai Komitmen Dukung Pemerintah Lawan Corona

Jumat, 24 September 2021 | 16:10 WIB

AKBP Satria : TKBM adalah Pondasi Ekonomi Daerah

Jumat, 24 September 2021 | 15:56 WIB

HIMABIO UMLB Laksanakan Orientasi Pengenalan Lapangan

Kamis, 23 September 2021 | 00:04 WIB

AKP Laata Pastikan Prokes Tetap Dipatuhi Masyarakat

Minggu, 19 September 2021 | 15:36 WIB
X